Metode budidaya Jamur Tiram

17 Mar

Metode budidaya Jamur Tiram

Budi daya jamur tiram menggunakan substrat jerami dengan tahapan sebagai berikut: pembuatan media tanam dilakukan dengan memotong jerami menjadi berukuran 1-2 cm. Rendam jeraminya selama semalaman. Setelah itu, ditiriskan airnya sebelum ditambahkan dedak 10% dan kapur 1% sebagai zat hara pertumbuhan jamur. Semua bahan diaduk rata dan campuran bahan tadi dimasukkan ke dalam plastik yang tahan panas hingga terisi 2/3 bagian. Baru kemudian dipadatkan (dipukul-pukul dengan botol kaca). Setelah cukup padat, leher plastik bagian atas dimasukkan pipa paralon dan dibagian tengah media subtrat diberi lubang dan ditancapkan tips. Selanjutnya ditutupi dengan kapas lalu media substrat dilapisi dengan kertas dan diikat dengan karet.

Media tersebut disterilisasi pada 121˚C selama 20 menit di dalam autoklaf untuk memastikan bahwa tidak ada kontaminan yang tumbuh yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan jamur. Setelah steril, media substrat dibuka secara aseptis, lalu tips di tengah-tengah media dan kapas diambil dengan pinset steril. Lubang yang terbentuk diisi dengan bibit jamur tiram yang ditumbuhkan pada biji sorgum pada botol (aseptis). Lalu media ditutup kapas lagi dan dibungkus dengan kertas. Media substrat diinkubasi pada suhu ruang selama beberapa minggu hingga tumbuh miselium. Setelah tumbuh miselium, kapas pada media dibuang dan media dibiarkan terbuka. Semprotkan air setiap hari pada tempat pertumbuhan jamur agar kondisi sekitar lembab dan mendukung pertumbuhannya. Tubuh buah jamur akan tumbuh secara perlahan-lahan ketika media lembab dalam waktu sekitar 1 bulan lebih. Tubuh buah yang sudah cukup besar diambil dan ditimbang untuk diamati pertumbuhannya setiap minggu.

Thanks to: My Ensiclopedy

Artikel Terkait:

  1. Karakteristik Jamur tiram
  2. Siklus hidup Jamur tiram
  3. Syarat pertumbuhan jamur tiram
  4. Kandungan gizi jamur tiram
  5. Manfaat Jamur Tiram
  6. Budidaya Jamur Tiram
  7. Media tanam dan komposisi Jamur Tiram

4 Tanggapan to “Metode budidaya Jamur Tiram”

  1. Yuni Zen April 4, 2013 pada 23:35 #

    Boleh belajar langsung ke lokasi gak?
    Tertarik, tapi masih awam

  2. Rizal Sandi Juni 17, 2012 pada 09:36 #

    Assalamualaikum,….
    klo setelah panen, medianya bisa digunakan lagi gak,…??
    mohon informasinya
    terima kasih ^_^

  3. mimi Maret 27, 2012 pada 17:03 #

    menarik sekali, tp hrs praktek nih..

  4. toha Agustus 15, 2011 pada 11:02 #

    Bos Aku Masih awam bisnis jamur tiram, kayanya kurang lebih jelas, tolong aku jelaskan penambahan 10 persen dedak dan 1 persen. dari jumlah bahan apa bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: